| LOGIN | ||
Menu |
Sejarah Masuknya Islam di Timur JauhPengantarSegala puji bagi Allah atas nikmat-nikmat-Nya. Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi-Nya yang teragung, kepercayaanNya yang terbesar, dan kecintaan-Nya yang termulia. Amma Ba'du. Kadang-kadang sejarah menjadi terdiam selama beberapa waktu ketika sumber-sumber kebenaran telah berkurang. Masa dan sejarah berlalu dalam diam sampai tiba suatu masa di mana pada saat itu apa yang benar menjadi jelas dan kenyataan menjadi tampak. Kemudian ia mengungkapkan kehidupan yang telah berlalu, seolah-olah keterangan itu sampai kepada kita dengan jujur dari awal lagi. Berapa banyak kejadian yang beritanya tertutup dalam lipatan masa dan terbungkus di dalam rahasia-rahasia zaman. Berbagai umat telah hidup kemudian musnah; kerajaan-kerajaan telah berdiri tegak lalu binasa; dan ada pula pribadi yang telah menggoncangkan dunia di masanya dan kemudian ditelan bumi. Tidak ada yang tersisa dari semua itu melainkan beberapa lembar saja. Mungkin berupa lembaran-lembaran yang bersinar dan kenangan-kenangan yang mengharumkan, dan mungkin juga berita-berita yang dibenci oleh jiwa manusia. Banyak pribadi yang memegang cambuk kesewenang-wenangan dan melakukan kelaliman-kelaliman. Mereka sangka itu adalah kemuliaan-kemuliaan. Pena-pena pun menjadi terdiam. Ketika nafas-nafas mereka terhenti dan tampak siapa mereka yang sebenarnya, generasi-generasi selanjutnya pun mengutuk mereka. Ada juga pribadi-pribadi yang berdiri tegak menghadapi orang-orang yang bertindak sewenang-wenang dan telah pergi menghadap Tuhannya. Mereka meninggalkan masa-masa di mana nama mereka, selalu disebut berulang-ulang dan sejarah mereka tertulis dengar kenangan-kenangan yang paling harum. Jika mereka telah pergi bersama masa-masanya tanpa dapat di ketahui apa yang telah mereka perbuat, maka sesungguhnya waktu akan menjamin bahwa tirai diam nanti akan terobek dan perbuatan-perbuatan mereka akan terungkap untuk kepentingan sejarah. Manusia mempunyai kekuatan untuk menghapus tanda-tanda, atau menghidupkan gambaran-gambaran. Siapa yang menginginkan kebaikan akan diberi taufik oleh Allah menuju ke sana dan siapa yang terdorong oleh hawa nafsunya untuk menghapuskan kebenaran, maka ia akan dibantu oleh setan untuk melakukannya. Saya telah melihat tulisan-tulisan yang memiliki tujuan-tujuan tertentu. Saya pun teringat pada sebuah buku sekolah, dalam bahas, Indonesia yang dulu pernah saya lihat yang didalamnya ada keterangan bahwa kaum Muslim bersujud menghadap Ka'bah, karena, di sana terdapat makam Nabi Muhammad saw. Pada buku lain saya melihat gambar Rasulullah saw di dalam perjalanan hijrahnya ke Madinah; beliau berada di atas unta dalam bentuk seorang Badwi kulitnya hitam, betisnya terlihat dan bengkok, sedang mengangkatkan tangannya dan menyilangkan jari-jarinya seperti huruf X. Berbagai hal telah berlalu dalam ingatan. Lalu saya memperhatikan referensi-referensi dan saya berpindah-pindah ke daerah-daerah di Jawa untuk mencari dan menelaah sejarah, cerita-cerita, dan hikayat-hikayat yang dapat saya kaji. Lalu saya catat sebagian yang saya ketahui di dalam buku Sejarah Indonesia. Kemudian saya meminta bantuan kepada seseorang yang memilik kedudukan yang menonjol dalam hal ilmu dan mempunyai posisi yang tinggi dalam bidang sejarah, yaitu Sayid Alwi bin Thahir al-Haddad. Saya meminta kepadanya melalui surat ketika saya berada di Indonesia agar beliau mempersembahkan kepada kami apa yang telah beliau bahas/teliti. Namun waktu yang dimiliki beliau yang saat itu berada di Kesultanan Johor Malaysia telah tersita habis oleh pekerjaan-pekerjaannya. Dalam berbagai tugas resminya, beliau jarang mendapatkan waktu luang yang memungkinkannya untuk menuliskan apa yang ada padanya. Ketika saya terus mendesaknya, beliau mengirimkan kitab al-Madkhal ini. Saya menduga beliau menyuruh orang-orang di sekitarnya untuk mengambil sebagian berkas-berkas catatan atau dengan petunjuk-petunjuknya lalu ditulis dengan pena yang berbeda-beda tulisannya. Inilah yang sekarang saya persembahkan kepada para pembaca. Di dalamnya terdapat manfaat-manfaat yang dapat dipercaya kebenarannya. Ketika kitab itu sampai, saya setuju dengan berbagai pendapat beberapa orang di Jakarta agar saya menerjemahkannya. Lalu saya pun menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan Almarhum Sayid Muhammad bin Salim al-Aydrus telah berbuat kebajikan dengan membiayai penerbitannya. Naskah-naskahnya telah dibagi-bagikan sehingga habis dalam waktu singkat. Banyak tanggapan positif terhadap buku itu, dari kalangan Muslimin. Kemudian kitab aslinya dalam bahasa Arab diterbitkan kembali di Kairo atas usaha dari Yayasan al-Muhdhar di Jeddah. Beberapa orang sahabat menyarankan agar saya menambahkan apa yang mungkin ditambahkan pada kitab itu sebagai ulasan yang menjelaskan atau menyempurnakan sebagian pokok-pokok pembahasannya. Saya menyambut saran itu dengan tetap berhati-hati terhadap dugaan-dugaan yang mudah membuat saya tergelincir. Saya berharap semoga ulasan-ulasan ini memadai. Dua orang sayid yang alim, yaitu Sayid Abdul-Qadir bin Ahmad bin Abdurrahman as-Seggaf dan Sayid Muhsin bin Ahmad Barum juga memberi saran agar saya mencoba menjadikan beberapa alinea yang terdapat dalam pokok-pokok pembahasan yang terpisah-pisah ke dalam satu pembahasan jika hal itu memungkinkan agar lebih dapat dipahami dan lebih mudah untuk dicerna, namun dengan tidak membuang sesuatu. keterangan atau keluar dari pembahasan kitab aslinya. Sedangkan keterangan yang ada pada hamisynya (catatan kaki) yang berasal dari pengarang, saya masukkan ke dalam inti kitab dengan memohon maaf kepada ruh pengarang. Namun saya mengecualikan beberapa komentarnya yang ringan yang saya tunjukkan dengan huruf (n). Saya mencoba semampu saya untuk membuat judul-judul yang sesuai dengan beberapa pokok pembahasan dalam kitab aslinya. Saya akan biarkan referensi-referensi berbicara tentang apa yang dikandung oleh ulasan-ulasan ini, kecuali pada sebagiannya di mana saya mempunyai pendapat sendiri untuk menjelaskannya. Kemudian saya ingin mengakhiri ulasan-ulasan ini dengan sedikit perkataan pengarang yang dikirim oleh beliau pada tanggal 12 Syakban tahun 1374 H (April 1955 M) yang di dalamnya terdapat manfaat, insya Allah. Kepada Allah sajalah saya bergantung dan kepada-Nya jua saya memohon pertolongan. Allah lah yang memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Mekah, bulan Safar tahun 1405 H Sayid Muhammad Dhial Shahab. |
|
Persatuan Kebajikan Asyraaf Malaysia tidak bertanggungjawap terhadap sebarang bentuk bahan penulisan
atau maklumat yang menyentuh sensiviti sesetengah golongan. Semua bahan penulisan atau maklumat di dalam asyraaf.com adalah dalam bentuk atau salinan asal dari
penulisnya dan pihak kami tidak menambah, mengurangi atau mengedit bahan-bahan penulisan tersebut. Bacalah dengan pandangan dan pendapat anda sendiri. ©2006 Persatuan Kebajikan Asyraaf Malaysia http://www.asyraaf.net content by Shaiful Jamalullail | designed by Karimy BenYahya | coded by Mohd. BilFaqih Sebarang pertanyaan sila email: syedkarimy@gmail.com |
||